IndoHSSE 2016

Poster IndoHSSE_new

Klik link dibawah ini untuk mengunduh:

Klik link dibawah ini untuk melihat galeri foto IndoHSSE 2016 di Album Facebook IATMI:

 

Executive Summary IndoHSSE 2016

Oleh : Iskandar Yusuf Maharoesman, S.T., M.T.

1

Puji dan Syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah mengizinkan kami (Pengurus & Panitia IATMI) dapat menjalankan IndoHSSE 2016 secara sukses dan tingginya animo peserta untuk mengikuti serta berperan serta aktif baik dalam panel discussion, workshop maupun program field trip. IndoHSSE 2016 dilaksanakan pada tanggal 22 – 24 Maret 2016 di Crowne Plaza Hotel, Bandung, dengan mengundang 48 pembicara dari praktisi, ahli, regulator maupun direksi perusahaan – perusahaan yang telah berhasil mengembangkan HSSE dan memberikan manfaat besar bagi keselamatan, kesehatan dan lindung lingkungan di dunia kerja Indonesia serta peserta pada IndoHSSE ini mencapai 200-an lebih peserta dari berbagai praktisi, ahli maupun mahasiswa.

2

Acara di mulai dengan pelaksanaan safety induction dari Pihak Hotel Crowne Plaza di lanjutkan dengan Pembukaan oleh perwakilan Walikota Bandung Bpk. Eric M. Atthauriq, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung. Beliau menyampaikan bahwa “Acara IndoHSSE ini sangat penting dimana semakin besarnya minat dan ketertarikan dunia usaha terutama oil and gas di saat kondisi penurunan harga minyak mentah harus tetap memprioritaskan keselamatan kerja dalam setiap aktifitasnya.

3

Animo atensi tinggi dari peserta di apresiasi oleh Bpk. Alfi Rusin selaku President of IATMI, dalam paparan opening acara HSSE beliau mengatakan bahwa “Dunia operasional terutama oil and gas tidak akan terlepas dari pentingnya HSSE. Peran leadership sangat penting dalam membangun HSSE dan sebagai role model yang memiliki pengaruh besar bagi pekerjanya. Kondisi drop-nya harga minyak menjadi challenging bagi para praktisi untuk dapat konsisten dalam menjaga keselamatan kerja di tempat kerjanya”.

4

Hal ini pun sejalan dengan yang di katakan oleh Bpk. Dicky Sulaimansyah selaku ketua acara IndoHSSE bahwa pada awalnya IndoHSSE hampir tidak jadi dijalankan dengan kondisi saat ini minyak yang sangat menurun dan kendala – kendala lainnya, akan tetapi kami melihat hal ini sangat penting karena HSSE merupakan pondasi dasar dalam operasional kegiatan.

Pentingnya HSSE perkuat oleh pernyataan dari Bpk. Baris Sitorus selaku Kepala Divisi Operasi Penunjang mengatakan bahwa Operasional akan tidak berarti apa-apa jika terjadi kecelakaan, sebut saja kecelakaan-kecelakaan kerja yang berdampak besar terhadap image perusahaan. Setiap leader perusahaan harus menunjukkan sikap leadership dalam HSSE dan di buktikan dengan tindakan tegas dalam memprioritaskan HSSE.

5

IndoHSSE 2016 ini memiliki agenda yang cukup padat dan Alhamdulillah atas restu Allah SWT keseluruhan acara berjalan dengan tingginya ketertarikan peserta dan interaktifnya ketika pelaksanaan Plennary Session, Panel Discussion maupun Workshop yang dilaksanakan pada tanggal 22 – 23 Maret 2016. Selain itu pula keikutsertaan praktisi, professional dan mahasiswa dalam acara Field Trip yang di laksanakan pada tanggal 24 Maret 2016.

Plennary Session

Plennary Session mengenai “Transforming HSSE Leadership” di moderator oleh Bpk. Ahmad Yuniarto, Mantan President Director dan CEO Schlumberger Indonesia, yang dilaksanakan dengan mengundang 4 (empat) pembicara handal yaitu:

6

1) Dr. Ir. Waluyo, Chairman DK3N

Tema yang diangkat adalah mengenai challenging HSSE di saat ini kondisi rendahnya harga crude oil, HSSE harus tetap dipertahankan dengan menekankan pada membentuk safety culture yang bermula dari leadership para pimpinan perusahaan serta pengawasan pada Contractor Safety Performance. Transformational Leadership harus berkonsepkan memiliki visi tinggi terhadap HSSE dengan adanya agent of change yang harus terus di bina dengan membentuk role model perusahaan tersebut sebagai motivator HSSE. Peran leader adalah organisasi dan personal, dimana ketika kondisinya semakin sedikitnya pegawai permanen dan pihak kontraktor semakin banyak maka Management of Change wajib dilakukan.

Key of success menurut Bpk. Waluyo adalah “To build a strong culture of safety, leaders need to apply the following leadership styles.” Hal ini di perkuat oleh statement “Transformational leaders have a vision, and inspire people to go above and beyond their mere self-interest to achieve it (Nanus, 1992).

2) Dr. Ir. Salis Aprillian, M.Sc., President Director & CEO PT Badak NGL

Tema yang diangkat adalah “Transforming HSSE Leadership” dengan penekanan pada pentingnya kolaborasi 3 (tiga) komponen utama pada keselamatan operasi yaitu : people, environmental dan system. PT Badak NGL menjadikan HSSE Excellent sebagai pondasi perusahaannya dengan visi dan misi memprioritaskan HSSE sebagai prioritas utama sehingga memiliki impact besar terhadap operation excellent dan financial excellent. Sesuai yang di sampaikan oleh Bpk. Salis Aprillian bahwa “Key of Success PT Badak NGL adalah transforming experience to new employee (regeneration) and leaders harus melakukan intervensi secara langsung (touch the heart)”.

PT Badak NGL telah meraih the best Performances secara konsisten sebagai berikut:

78

3) Dr. Ir. Aussie B. Gautama, CEO Office PT Pertamina (Persero)

Tema yang diangkat adalah “HSSE : Everybody’s Concern and Responsibility” dengan penekanan pada “safety is core business” dimana “safety harus top down approach, ketika terjadi sebuah insiden maka bukan pekerjanya yang ditekan, akan tetapi leader-nya yang harus di berikan peringatan tegas”. Konsep ini sejalan dengan apa yang telah dikembangkan dan di jalankan oleh PT Pertamina (Persero), sesuai yang di sampaikan oleh Bpk. Aussie bahwa “HSSE dan Teknologi menjadi pondasi dasar PT Pertamina (Persero)”. Berikut ini pondasi prioritas strategis yang sedang di bangun oleh PT Pertamina (Persero) sebagai World Class Company:

9

4) Ir. Tumbur Parlindungan, General Manager Saka Energi Indonesia

Tema yang diangkat adalah mengenai “HSSE & Sustainability Leadership in Today’s Economic Challanges” dengan isu pada “Survive in VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity and Ambiguity” dirubah menjadi positif VUCA (Vision, Understanding, Clarity and Agility”. Menjadi tujuan utama PT Saka Energi Indonesia adalah no accidents, no harm to people, no damage to the environmental, no damage to the company assets. Konsep utama yang di kembangkan adalah mengedepankan kinerja anak-anak muda yang menstimulus pergerakan perusahaan lebih cepat, lebih fleksibel dan lebih memiliki daya juang tinggi, dimana birokrasi dan hirarki di nomor duakan sehingga fleksibilitas dalam menentukan target dan keputusan dapat berjalan dengan cepat. Sesuai yang di utarakan Bpk. Tumbur bahwa “DEEPS yang di rubah dan di lihat dari sudut pandang sebaliknya menjadi SPEED merupakan konsep percepatan pengembangan di PT Saka Energi Indonesia”. Berikut ini konsep DEEPS menjadi SPEED (dengan mengedepankan Safety menjadi prioritas utama):

10

Panel Discussion

Panel Discussion dilaksanakan 2 (dua) tahap, yaitu: Panel Discussion 1 dengan tema “Transportation Safety Excellence”, dimoderator oleh Nepos MT. Pakpahan, Manager HSE PT Pertamina Hulu, yang dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2016 dan Panel Discussion 2 dengan tema “Business Ethics, Compliance and Transparency”, dimoderator oleh Alfi Rusin, President of IATMI pada tanggal 23 Maret 2016.

12

a) Panel Discussion 1

Pada Panel Discussion ini sebagai pembicara dan tema yang di angkat adalah sebagai berikut:

  1. Ir. Yusuf Awalin, Occupational Health & Safety Manager of PT Angkasa Pura II (Persero) mengangkat tema mengenai “Tansportation Safety Excellence”
  2. Ir. Dharmawan H. Samsu, M.Sc., Head of Country BP, mengangkat tema mengenai “Tangguh Safety Culture”.
  3. Capt. Novianto Herupratomo, Director of Operations PT Garuda Indonesia, mengangkat tema mengenai “Aviation Safety Excellence Garuda Indonesia”.
  4. Ir. Sunu Widyatmoko, MBA, CEO Indonesia Air Asia, mengangkat tema “Air Asia Indonesia Safety Excellence”.

Pada panel discussion ini peserta dibawa kepada pola pikir pentingnya supporting transportation yang mungkin selama ini belum menjadi prioritas utama dalam menjalankan aktifitas operasional kegiatan karena selalu berpikir kepada core operation. Supporting Transportation memiliki komitmen tinggi menjaga keamanan, keselamatan dan kenyamanan para pekerja oil and gas maupun sektor bisnis lainnya, dengan indikator kepuasan pelanggan pada trust pemilihan provider. Kesimpulan dari Panel Discussion 1 adalah sebagai berikut:

  • Pentingnya support transportation dalam memastikan setiap pekerja di lingkungan Oil and Gas dalam kondisi aman dan selamat ketika berangkat, pulang atau tugas dinas dari dan ke tujuannya.
  • Perkembangan HSSE harus dapat sejalan dengan perkembangan safety transportation supporting perusahaan, karena perusahaan tentu saja akan memilih provider transportasi yang layak, aman, selamat dan nyaman di gunakan.
  • Jika ada hal-hal dalam menutupi insiden transportasi maka buat kebijakan tegas (transportation policy), lakukan investigasi secara menyeluruh untuk mendapatkan root cause dan lakukan analisa mitigasinya dan apabila terjadi kelalaian maka berikan konsekuensi kepada leadernya dan jika perlu lakukan tindakan tegas.
  • Safety management system harus di bangun dari leadership para pimpinan perusahaan kemudian membentuk safety policy & regulation, safety program, safety assurance dan safety promotion yang dapat membentuk safety culture di lingkungan perusahaan transportasi.

13

b) Panel Discussion 2

Pada Panel Discussion ini sebagai pembicara dan tema yang di angkat adalah sebagai berikut :

  1. Giri Suprapdiono, ST. MA, Director of Gratification KPK, berbicara dari sisi KPK sebagai pengawasan atas gratifikasi, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
  2. Syukri Usman, Kepala Pengawasan Internal Bidang Tindak lanjut SKK Migas, berbicara dari sisi sebagai pengawas KKKS Hulu Migas.
  3. Ir. Betti S. Alisjahbana, MBA, Founder & Commisioner QG International, berbicara sebagai professional motivator dan konsultan perusahaan.
  4. Ir. Marjolijn Wajong, senior professional, berbicara sebagai professional korporasi.

Diskusi berjalan sangat interaktif dua arah, terutama pada hal terkait pencerahan mengenai gratifikasi dan business ethics yang seharusnya dilakukan dalam setiap kegiatan operasional di segala sektor. Kesimpulan dari Panel Discussion 2 sebagai berikut :

  • Gratifikasi itu termasuk ke dalam korupsi, tetapi banyak kalangan yang menganggap bahwa itu bukan (terutama kalangan di sektor swasta). KPK diminta dan sedang membuat peraturan terkait korupsi di swasta. Karena saat ini, kalangan swasta belum bisa menjadi cakupan KPK.
  • Pekerja SKK Migas menganut Pedoman Etika SKK Migas yang merupakan pedoman perilaku manajemen dan pekerja SKK Migas untuk bertindak sesuai etika dalam mendukung tercapainya core values dan berinteraksi dengan stakeholder eksternal maupun dengan sesama manajemen dan pekerja. Prinsip etika yang di anut adalah Transparancy, Accountability, Responsibility, Independency dan Fairness. Core values-nya adalah Professional, Responsive, Unity in Diversity, Decisive, Ethics, Nation Focused dan Trustworthy.
  • Pengawasan SKK Migas ke KKKS mulai dari pre-audit (WP&B dan AFE), current audit (pengadaan barang/jasa, operasi, TKDN), dan post audit (pemeriksaan biaya operasi, perhitungan bagian negara). Pengawasan berjenjang untuk memastikan kegiatan hulu migas di lakukan sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku (UU, PP, Permen, PSC, PTK, peraturan dan ketentuan lainnya).
  • Target transparansi di hulu migas adalah kewajiban penyampaian LHKPN oleh seluruh manajemen dan pekerja SKK Migas, pelaporan penerimaan gratifikasi, transparansi data dan info lelang dan Sistem Operasi Terpadu (SOT).
  • Sesuai yang di utarakan oleh Ibu Marjojin bahwa “build and maintain strong relationship with Government, Supplier and Business Partners. Engage with communities and respect their rights and dignity. But at the same time stand firm against bribery and corruption” merupakan suatu konsep sinergi, kolaborasi dan koordinasi antar pihak untuk sama – sama saling membangun, menjaga, menjalankan dan memajukan industri oil and gas dengan jujur dan tegas menolak gratifikasi dan KKN.
  • Leadership orientation yang disampaikan oleh Bu Betti adalah bagaimana seorang leader harus dapat memiliki ethics mengedepankan “be of services” dengan visi “Think Big and New” yang memiliki courage “act with sustained initiative” tanpa mengindahkan reality “no illusion” agar tercapainya Greatness berupa “potential for extraordinary results”. Leadership harus di bangun dengan Integrity sesuai dengan konsep “What is integrity”:

I = A + C1 + E – C2

A (Accountability)             : Enabling stakeholders to check that we do what we say we do

C1 (Competence)                : Doing it well

E (Ethics)                             : Doing it with honour – and with public purpose

C2 (Corruption Control)  : Doing it without corruption

  • Leaders must be aware of and commited to enthroning conditions and structures that are favorable to the development of integrity and ecthical behaviour. Leader must recognize the key role play in influencing the people’s ethical behaviour. The Leader’s actions speak louder than words.

 

Workshop

14

Pelaksanaan workshop berlangsung selama 2 (dua) hari yaitu pada tanggal 22 – 23 Maret 2016 dengan mengundang 30 (tiga puluh) pembicara dari berbagai bidang baik praktisi perusahaan, ahli, professional, akademisi maupun regulatory. Dipandu oleh 10 (sepuluh) moderator sangat berkompeten dan ahli dalam bidangnya.

Berikut ini adalah tabel pelaksanaan workshop berikut nama pembicara, moderator dan tema yang di angkat:

Workshop & Technical Session

Moderator

Pembicara

Tema

Emergency Response Satrio Purnomo (Mubadala Petroleum) & Prijo Hutomo (Professional) Dadang Suparman (Crisisleaders) HSSE Leadership in Emergency Response
Animan Inoe (Dupont)
Ferry Sonnevil (DNV GL) A quantitative approach to Environmental Risk Assessment – What are the benefits?
Safety 1 Randolf Bledoeg (Petrochina) Alvin Alviansyah (Qatargas Operating Company Limited) Misperception in Risk Management and Layer of Protection Analysis
Agustinus Parinding (ITB) HSSE Leadership in Accountability
Mark Felix Putra (PDSI) How Important The Role of Safety Leadership to Change a Human Habit and Become a Culture
Firman Susilo (PHE WMO) Peningkatan Budayta HSE Kontraktor dengan Penerapan CHSEMS dan Coaching Clinic di PHE WMO
Safety 2 Iwan Jatmika (PHE) Dedi Murdiadi (DNV GL) Dynanic Barrier Management
A novel approach to a critical safety problem
Andi Pradana Subianto (PHE WMO) Process Safety Syudies Challenge in Operation Life Cycle
Agus Salim (JOB Pertamina Jambi Merang) Combined HAZOP/LOPA Technique for Effectiveness Process Hazard Analysis & Determining Safety Integrity Level of Gas Plant
Badaruddin (VICO) Cook Books – Guidance of Lifting Operation That is Easy to Follow
Environmental Management and Compliance Rossi Yuliani (PHE ONWJ) & Niesharsa Triaswari (Statoil) Gathuk Widiyanto (Pertamina UTC) Kajian Metode Surface Discharge, Evaporation Ponds dan Shallow Re-injection pada Proses Penanganan Air Terproduksi Tahap Dewatering Sumur Gas Metana Batubara
Joseph Christian Utomo (ITB) Pengolahan Air Terproduksi Menggunakan Bioreaktor Membran (MBR) Flat – Sheet : Kinerja dan Laju Penyumbatan
Trio Fani (Undip) Submarine Tailing Discharge Concept : Kajian Efisiensi Penempatan Limbah Migas ke Dasar Laut sebagai Upaya Meminimalisir Dampak Lingkungan Industri Migas di Indonesia
Djoko Sunarjanto (LEMIGAS) Mini Land-Airgun’s Development for Friendly Environmental
Global Methane Initiative Rossi Yuliani (PHE ONWJ) Sarah Mathur (CCAC) Building Global Capacities to Address Climate Change and Advance Sustainable Development – Managing Methane in the Oil and Gas Sector
Sugeng Riyono (LEMIGAS) Global Methane Initiative – Indonesia R & D for Oil and Gas Industry Concern and Collaboration
Jufrida Nababan (Vico) VICO Indonesia Methane Monitoring Program
Syifail Ramadhana (Star Energy) GMI Partnership Benefit for Offshore Operation
Yulia Retno (JOB Pertamina PPEJ) Identifikasi Rona Awal Lapangan-Lapangan Mudi & Sukawati untuk Implementasi GMI (Global Methane Initiative) Demi Peningkatan Produksi dan Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca
Environmental Impact Issues Sugiarto (MontD’or Oil Tungkal Ltd) Wahyu Affandi (ITB) Environmental Impact Issues
Joko Supriyadi (UGM) Harmonisasi Kegiatan Lapangan Migas dan Kegiatan Pengelolaan Kawasan Hutan?
Martin Thesia (Conocophilips)
Sustainability Reporting Initiative Dicky Sulaimansyah (PHE) Suganda Thalib (Petrochina) Sustainability Reporting Initiative Indo HSSE 2016
Meutia Sartika Amar (Star Energy) Implementation of Selected GRI Indicators
Kornel H Soemardi (Pertamina Persero) Sustainability Reporting Initiative
Lintang Adi Pradana (DNV GL)
Renewable Energy Agustanzil Sjahroezah (Professional) Achmed Shahram Edianto (WWF Indonesia) Ring of Fire Program : WWF Perspective on Sustainable Geothermal Development
Zerry Antro (Star Energy) Crisis & Emergency Response
Agus Soedarsa (CBN-EPMC) “Geohazards” dilokasi Lapangan Panas Bumi
Tatang Hernas Soeryawidjaja (Professional) Jalan Lurus Menuju ke Penggantian Minyak Bumi

Special Topic Discussion

Antusiasme tinggi oleh para peserta dengan parameter banyaknya partisipan pada Special topic Discussion ini sehingga membutuhkan extra kursi dan ada beberapa peserta yang mau untuk berdiri sepanjang acara di karenakan over interest-nya untuk mendengarkan para pembicara men-sharing-kan pengalaman serta ilmu. Pada Special Topic Discussion ini mengangkat tema dan pembicara sebagai berikut:

  1. Sapto Benarimo, PT Badak NGL mengenai “Improving Steps on Five Consecutive Years for Achieving Proper Gold”.
  2. M. Teguh Pratama, PT Badak NGL mengenai “Badak LNG Community Development for Bontang Coastal Conservation”.
  3. Roni H. Zulkarnain, PT Badak NGL mengenai “Sustainable Achievement in SHEQ Excellence”.
  4. Sri Marjurias Mulya Dewi, PT Pertamina (Persero) mengenai “Corporate Social Responsibility”.

Kesimpulan pada Special Topic Discussion ini adalah:

  1. Sinergi antara Vision, Mission & ValuesSHEQ Charter/Policy – KPI/Goal & Objective – SHEQ MS harus di implementasikan dan intervensi leader penting untuk membentuk SHEQ Culture di lingkungan pekerja dalam membentuk transformasi ke arah lebih baik menjadi pondasi utama. Memastikan continous improvement SHEQ tetap berjalan dan menjadi trend-setter sebagai World Class SHEQ Culture.
  2. Koordinasi PT Badak NGL dengan Pemerintahan (Departement Kelautan dan Perikanan) dalam lingkup Conservation Area, Operational Area dan Comdev Area, Perguruan Tinggi (Universitas Mulawarman) dalam lingkup konsultasi expert pada program coastal conservation dan Community Development dan Masyarakat Lokal dalam mengembangkan konservasi lingkungan dalam menjaga kawasan pesisir bersih dan berwawasan lingkungan.
  3. Stabilitas dan konsistensi PT Badak NGL dalam menjaga Proper Emas memiliki 3 (tiga) filosofi utama, yaitu:
  • Environmentally Friendly Culture and Cooperation withn various parties forming image, confidence, and answering the demands of society
  • Commitment and Effective Communication will make easier the Company to Comply with Regulations.
  • Commitment and Effective Communication will make easier the Company to Comply with Regulations
  1. Adanya kebijakan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina dengan konsep Program Berkelanjutan/Sustainable yang menitik beratkan pada pengembangan energi hijau dan selaras dengan PROPER-LH, Prioritas masyarakat wilayah operasi dan terkena dampak, Sosialisasi dan publikasi efektif dan asas saling memberi manfaat.
  2. Konsep Pertamina Sobat Bumi berupa kepedulian Pertamina dalam menjalankan operasinya peduli terhadap kelestarian bumi tempat kelangsungan makhluk hidup diatasnya untuk kepentingan generasi yang akan datang. Program Pertamina Sobat Bumi berupa Pertamina Sehat : Pertamina Sehati, Pertamina Hijau : Program Tanam Pohon, Tanam Mangrove dan Keanekaragaman hayati, Pertamina Berdikari : Membentuk Desa Binaan dan Pertamina Cerdas : OSN (Olimpiade Sains Nasional) dan Beasiswa Pertamina.

Field Trip

15

Field Trip ke Geothermal Star Energy, Pangalengan dengan tujuan ke PLTP (Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi) Wayang Windu Pangalengan untuk mengenali potensi geohazard, proses penanganan mitigasi dan pengelolaan bencana ekologis yang mungkin terjadi. Peserta Field Trip diajak menyaksikan secara langsung proses pembangkit energi bersih, kemudian diajak berkeliling melewati hamparan kebuh teh, keramahtamahan masyarakat sekitar PLTP dan pemandangan indah pegunungan Malabar.

Field Trip ke Pertamina EP Subang dengan tujuan ke Instalasi Stasiun Pengumpul EP untuk mengidentifikasi potensi resiko bahaya, proses penanganan mitigasi dan pengelolaan keselamatan operasi migas. Peserta di ajak untuk mengenal peralatan-peralatan fasilitas produksi, sistem perpipaan (pipeline system) dan kondisi-kondisi di stasiun pengumpul EP Subang.

16

Program Field Trip ini berjalan lancar, selamat sampai tujuan dan kembali ke tempat masing-masing dan tentu saja manfaat besar terutama para mahasiswa sebagai pengenalan dunia kerja Migas yang sangat berkesan dan bermanfaat bagi mereka.

Closing Ceremony

Closing Ceremony dilaksanakan sangat meriah dengan di dukung oleh Band Performance professional. Pada acara Closing Ceremony ini disampaikan informasi pemenang – pemenang lomba seperti berikut:

JUARA 1 BEST PHOTO COMPETITION: Tiara Yuniawati “Safety in Higher Place”

JUARA 2 BEST PHOTO COMPETITION: Efrem Simatupang “Proses Crew Change Menggunakan Frog”

BEST PAPER ENVIRONMENTAL MANAGEMENT & COMPLIANCE: Joseph Christian Utomo “Produce Water Treatment Using a Flat Sheet Membrance Bioreactor (MBR): Performance and Fouling Rate” dari ITB

BEST PAPER SAFETY 1: Alvin Alviansyah “Misperpection in Risk Management and Layer of Analysis” dari Qatargas Operation Company Limited

BEST PAPER SAFETY 2: Badaruddin “Cook Books – Guidance of Lifting Operation  That is Easy to Follow” dari VICO

Juga diadakannya lomba tebak berhadiah dan ditutup ucapan terima kasih serta apresiasi tinggi atas keberhasilan acara IndoHSSE 2016 ini. Acara IndoHSSE sangat berkesan, sangat bermanfaat dan berjalan sukses. Alhamdulillah.***